Peristiwa

Keluhan Orang Tua SDN Babadan 01 Wlingi Blitar, Study Tour Mewajibkan Mengangkat 46 Guru Pendamping Secara Gratis

Teks Foto : SDN Babadan 1 Wlingi Blitar

BLITAR, DORRONLINENEWS.COM – Rencana Study Tour Sekolah Dasar Negeri Babadan 01 Wlingi Kabupaten Blitar dikeluhkan beberapa orang tua siswa yang dinilai seolah-olah memberatkan dan sedikit mengandung paksaan.

Pasalnya ada rencana pemberlakuan biaya sebesar Rp.550 ribu rupiah bagi siswa yang ikut dalam program study tour tersebut karena sifatnya wajib.


Perlu diketahui rencana pelaksanaan program Study Tour ke Jogjakarta SD negeri babadan 01 Wlingi ini rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 26 Januari 2024 dengan jumlah 130 siswa,46 guru pendamping & 50 Walimurid.


Dalam kegiatan tersebut sudah dibentuk team panitia yang melibatkan Walimurid dan paguyuban,sedangkan dari pihak sekolah hanya menjembati saja.


Dari proses awal terbentuknya panitia ini diduga dijadikan aksi titip menitip rekomendasi dari beberapa jasa biro perjalanan wisata yang bermain dengan team panitia inti untuk menghandle kegiatan tersebut termasuk campur tangannya komite sekolah dan pihak sekolah untuk menggunakan jasa biro perjalanan wisata tertentu.


Proses tidak transparan hingga muncul cuitan diluar kegiatan tersebut terkesan dipaksakan dan panitia mencari keuntungan pribadi.
Akibatnya beberapa wali murid mengeluhkan “Paksaan” dari pihak sekolah dan panitia,Hal tersebut diungkapkapkan oleh beberapa orang tua siswa, yang enggan disebutkan namanya.

“Jadi ada program study tour dari sekolah ke Yogyakarta, disitu dipaksakan ikut harus membayar sebesar Rp.550 ribu rupiah per anak seperti pada surat edaran yang sudah disebarkan ke wali wurid,padahal disitu tidak semua orang tua mampu karena ada juga orang tua wali murid yang kurang mampu,” ungkapnya.

Dirinya mengatakan, seharusnya kepala sekolah atau komite punya kebijaksanaan, “Kalau yang tidak mampu harusnya pihak panitia membantu atau gimana, tetapi kalau pemaksaan harus membayar sama, itu kan membebani,” katanya.

Atas kebijakan tersebut telah menimbulkan pertanyaan besar di kalangan orang tua murid, yang menganggapnya tidak adil. Mereka mempertanyakan mengapa siswa yang tidak mampu diharuskan membayar penuh, tanpa ada pengurangan biaya yang seharusnya didasarkan pada partisipasi.
Sementara itu ditempat terpisah ketua panitia Study Tour SDN babadan 01 Arkam saat dikonfirmasi team liputan memaparkan bahwa biaya tersebut sebenarnya untuk mengangkat 46 guru pendamping secara gratis, otomatis sebagai kami sebagai panitia harus memutar otak bagaimana caranya membawa 46 guru pendamping tersebut sesuai permintaan pihak sekolah yang dibebankan kepada panitia. tandasnya.


Arkam juga menceritakan bahwa rencana kegiatan Study Tour ini dilakukan berdasarkan rekomendasi dari pihak sekolah,komite dan paguyuban untuk jasa EO yang sudah disodorkan kepada kami para panitia.Bahkan saat kami para panitia inti disodori salah satu biro perjalanan wisata yang direkomendasikan oleh Pak Sodiq salah satu pemerhati pendidikan kabupaten Blitar pun tidak kami respon karena pihak paguyuban sudah di pesan untuk memakai jasa EO yang dibawanya meskipun legalitasnya kurang jelas.

Ditempat terpisah Sodiq salah satu pemerhati pendidikan kabupaten Blitar saat dikonfirmasi menjelaskan kalau progam ini terkesan dipaksakan karena dipakai mencari keuntungan pribadi oleh panitia,harusnya pihak panitia menolak permintaan sekolah yang harus membawa 46 guru pendamping secara gratis yang dibebankan ke panitia, dimanapun namanya kegiatan Study Tour kalau bisa jangan sampai memberatkan wali murid dengan dalih apapun itu namanya,seperti yang saya lihat di beberapa sekolah lain kalau Study Tour guru pendamping cukup 4-5 orang saja yang mendampingi per bus.


Coba kalau pihak sekolah legowo dengan kegiatan ini hanya 4-5 guru pendamping saja yang ikut mendampingi, otomatis bisa memangkas biaya bahkan kalau saya rinci hanya sekitar 425rb – 450 RB per siswa.
Kalau dengan biaya tersebut masih wajarlah tapi kalau sudah diangka diatas 500rb ini murni permainan panitia dan paguyuban,apalagi jasa biro perjalanan wisata yang membawa justru dari panitia yang sudah titipan komite sekolah, gimana legalitasnya otomatis juga patut dipertanyakan.


Kemarin Pihak panitia sudah saya tegur untuk lelang terbuka mengenai rencana kegiatan ini tapi oleh P.Arkam ditelaah dengan alasan sudah ada penunjukan dan yang bawa komite sekolah tandas Sodiq bahkan sebagai salah satu penggagas terbentuknya kepanitiaan kegiatan Study Tour SDN babadan 01 Wlingi yang akhirnya mengajukan pembubaran kepanitiaan karena dinilai menjadi ladang korupsi dari Mark up biaya yang diambil dari wali murid tandasnya ke team liputan media ini.(win)

Komentar

Berita Terkait

Back to top button
Close