Peristiwa

KPUD Tulungagung Diduga Tidak Transparan dan Terkesan Abaikan Publikasi Iklan Di Media Online

Teks foto : KPUD Tulungagung

TULUNGAGUNG, DORRONLINENEWS.COM – Dalam mengumumkan Daftar Calon Sementara (DCS) anggota DPRD Kabupaten Tulungagung pada pemilu tahun 2024, melalui jasa belanja iklan media yang menelan dana Publikasi senilai Rp 95.000.000, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tulungagung diduga tidak transparan dalam mengelola dana belanja iklan media dan terkesan mengabaikan peran serta publikasi dari media online.


Kasubag Teknis Pemilu dan Humas, David Hartanto saat ditemui di kantornya, Selasa (19/9) menerangkan, dana publikasi untuk pembelian jasa iklan atau publikasi media ada Rp 25.000.000 untuk 3 media cetak dan 1 media elektronik.

“Dirasa tidak mencukupi untuk pembelian jasa publikasi iklan, akhirnya diajukan penambahan anggaran publikasi sekitar Rp 20.000.000an lebih. Jadi untuk belanja iklan media kurang lebih Rp 50.000.000 lebih,” ucapnya.

“Sedangkan di KPU itu untuk penganggarannya tidak sama dengan penganggaran di pemda. Untuk dana belanja publikasi seperti ini, kita masih mencari-cari,” tambah David.

Ketika disinggung terkait penganggaran belanja jasa iklan media untuk pengumuman DCS dengan pagu Rp 41.000.000 dan Rp 54.000.000, yang tertera di rancangan umum pengadaan (RUP), David cenderung kebingungan untuk menjelaskan dan terkesan berputar-putar keteranganya (muleg).

Sementara itu Ketua Komisioner KPU Tulungagung Susanah, saat itu tidak ada di tempat dan sedang berada di luar kota.

Di lain sisi, Pelaksana Harian Perkumpulan Komunitas Tulungagung Peduli (PKTP) Yoyok Nugroho menanggapi terkait belanja jasa iklan media tersebut mengatakan, memang untuk terkait penganggaran publikasi Daftar Calon Sementara (DCS) yang menggunakan anggaran APBN di KPU Tulungagung terindikasi ada permainan.

“Kenapa untuk satu kali kegiatan publikasi DCS dianggarkan dalam 2 RUP yang berbeda? Kalau penggunaanya hanya sebagian, berarti permainan anggaran tersebut juga sudah direncanakan. Saya sih gak berkompeten bicara tentang siapa saja media yang dapat berkah publikasi tersebut,” ujarnya. (Win / bersambung)

Komentar

Berita Terkait

Back to top button
Close