Kasus PMK di Lumajang Sudah Landai Dan Hampir Tidak Ada

LUMAJANG,DORRONLINENEWS.COM – Penanganan kasus Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) di kabupaten Lumajang kini mulai menunjukkan penurunan yang signifikan. Hal ini tidak terlepas dari upaya keras yang dilakukan oleh petugas Puskeswan (Pusat Kesehatan Hewan) setempat dalam melaksanakan vaksinasi massal dan pencegahan terhadap penyebaran penyakit yang mengancam ternak.
Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) yang menyerang ternak seperti sapi, kambing, dan domba, sempat membuat keresahan di kalangan peternak di Lumajang beberapa waktu lalu. Namun, dengan langkah cepat dan sigap dari tim Puskeswan, distribusi vaksin serta edukasi tentang pencegahan yang dilakukan secara rutin, angka penularan PMK mulai menurun. Hal tersebut diungkapkan kepala Puskeswan Pasirian yang meliputi Empat kecamatan yaitu, Pasirian, Candipuro, Pronojiwo dan Tempursari.
Kepala Puskeswan Pasirian, Totok Suprayitno kepada awak media mengungkapkan, bahwa keberadaan PMK di wilayahnya mulai menunjukkan angka penurunan. “Kami terus mengoptimalkan vaksinasi serta melakukan penyuluhan kepada peternak tentang pentingnya menjaga kebersihan kandang dan mengisolasi hewan yang terinfeksi. Selain itu, kami juga memastikan pemantauan kesehatan hewan ternak secara rutin agar tidak ada penyebaran lebih luas”, ujar Totok, Selasa (04/03/2025).

“Kita bergerak itu jemput bola, untuk menerangkan dan memberikan edukasi bahwa kasus itu PMK atau bukan. Semua obat-obatan terkait PMK itu gratis, dan memang khusus untuk pengobatan diberikan gratis dari kabupaten. Terkait bantuan operasional di tahun yang lalu itu ada, tapi sekarang kosong gak ada. Sekitar tahun 2022 itu BOP ada, disesuaikan SPJ melalui bidang. Kalau kami hanya mengurusi pelaksanaan, kalau masalah BOP sudah ada yang ngurusi sesuai dengan pencapaian”, ungkap Totok.
Dijelaskan juga oleh Drh Eklis yang bertugas di wilayah Puskeswan Pasirian, bahwa kasus PMK mulai awal gelombang kedua tersebut hingga hari ini itu sudah sangat melandai. “Saya bersama teman-teman itu sudah jarang menemukan kasus PMK, setiap harinya kita bersama teman-teman keliling, sampai sekarang sudah dibilang tidak ada kasus PMK. Yang ada cuma tinggal masalah techovery (masa pemulihan) setelah kemarin kena, sekarang masa pemulihannya”, terang Eklis.
Peternak di wilayah Puskeswan Pasirian, kabupaten Lumajang mengapresiasi upaya yang telah dilakukan oleh Puskeswan. “Kami sangat terbantu dengan adanya vaksinasi dan pemantauan dari Puskeswan. Sekarang kondisi ternak kami sudah lebih baik, dan kami dapat kembali menjalankan usaha kami dengan tenang”, kata salah seorang peternak di wilayah tersebut.
Meskipun tingkat kasus PMK mulai menurun, pihak Puskeswan tetap mengimbau kepada seluruh peternak untuk tetap waspada dan menjaga kesehatan hewan ternak mereka. Puskeswan juga berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan serta vaksinasi guna memastikan penyebaran penyakit dapat terkendali. Dengan kegigihan dan kerja keras semua pihak, diharapkan Lumajang dapat segera bebas dari ancaman PMK, dan para peternak dapat melanjutkan usaha mereka dengan aman dan lancar. (Jwo)