Peristiwa

Kemenpora RI Tunjuk Pesantren Almiftah Bungah sebagai Pondok Enterpreneur

GRESIK, DORRONLINENEWS.COM – Prestasi demi prestasi terus ditorehkan Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Almiftah Mojopurowetan Bungah Gresik, Jawa Timur. Terbaru, Pesantren yang diasuh Romo KH. Muhammad Zainuri Makruf ini ditunjuk Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI sebagai Pondok Enterpreneur.

“Alhamdulillah, Pesantren kami terpilih jadi Pondok Enterpreneur. Hal ini menjadi kebanggaan bagi kami, karena Pusat, yakni Kemenpora RI hanya menunjuk sedikit Pondok Enterpreneur, dan untuk wilayah Gresik sekitar hanya Pondok Modern Almiftah,” ungkap Gus Zen sapaan akrabnya dengan nada penuh syukur, Kamis (26/10/2023).

Sebagai Pondok Enterpreneur, Ponpes Modern Mojopurowetan Bungah Gresik menggelar Workshop Santripreneur yang diikuti ratusan peserta dari lingkup santri dan mahasiswa. Kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari tanggal 25-26 Oktober 2023 di aula cafe Ponpes Al Miftah dengan mengusung tema “Penguatan Kompetensi Entrepreneurship yang Inovatif dan Adaptif melalui Edukasi Sayur”.

Workshop ini memberikan pelatihan budidaya sayur yang bekerja sama dengan Agro Sayur Tegal Seruwan di Grogol, Masangan, Bungah. Bapak Moch Samsul Arifin selaku Ketua Yayasan PP. Al Miftah menjelaskan, bahwa workshop ini bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia yang merangkul kalangan santri untuk menjadi pengusaha hebat dan inovatif.

“Harapan kami kegiatan ini dapat mewujudkan lulusan santri yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, tidak hanya menjadi karyawan saja,” ujarnya.

Sementara Ismatus Sholihah selaku Ketua Panitia menjelaskan, bahwa tema kegiatan ini bertujuan memberikan keilmuan terkait enterpreneur yang dikemas dalam bentuk pelatihan suatu produk.

“Kami menyiapkan beberapa materi yang menunjang peserta menjadi enterpreneur inovatif, antara lain materi strategi bisnis marketing online, peran pemuda membangun bangsa, dan strategi pengembangan usaha,” terang Iis sapaan akrabnya.

Acara workshop ini menghadirkan pemateri-pemateri hebat dibidangnya, antara lain Bapak Moch. Taufiq, S.Pd.I (Pengusaha muda), Dr. H. Ahmad Iwan Zunaih, Lc., MM., M.Pd.I (pengusaha sekaligus Rektor INSUD Lamongan), Bapak Ahmad Mulyono, ST. (Owner Agro Sayur Tegal Seruwan), dan Bapak KH. Muhammad Zainuri Ma’ruf yang merupakan Pengasuh PP. Al Miftah sekaligus Owner Travel Umroh Permata Zein.

“Yang paling utama bagi santri bukan hanya sisi religius, akan tetapi bagaiman pengembangan ekonomi dan bisnis di era digitalisasi. Jujur, amanah, dan banyak tirakat jadikan sebagai kiat sukses santri membangun usaha,” Imbuh Abah Yai Zainuri.

Selaras dengan hal itu, Bapak Taufiq menjelaskan, bahwa dalam usaha harus selalu berinovasi, dan tidak stagnan di satu titik. “Santri harus bisa jadi produsen dan distributor bukan hanya konsumen,” tandas Samsul.

Masuk ke materi 3 oleh Bapak Dr. H. Ahmad Iwan Zunaih, Lc., M.Pd.I menyampaikan bahwa santri harus hebat dalam berbisnis dan juga dalam ilmu agama, bisnis apapun yg dilakukan harus ada satu hal yaitu cinta.

“Dalam berbisnis harus berani dan mentalnya harus kuat, bumbuhi bisnis yang kalian lakukan dengan cinta,” ungkap gus Iwan yang juga Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur ini.

Pada hari kedua tanggal 26 Oktober 2023, dilakukan kunjungan ke Agro Sayur Tegal Seruwan dengan owner Bapak Ahmad Mulyono, ST. Beliau memberikan pengarahan bahwa edukasi agro sayur ini menjadi salah satu bentuk penguatan kompetensi enterpreneur yang inovatif dan adaptif bagi para peserta di bidang budidaya sayur.

“Selain pemaparan teori tentang budidaya sayur, nanti kita akan praktik mengelola tanah memakai traktor, memanen, dan bercocok tanam,” Ujar Pak Mul, sapaan khasnya.

Workshop hari kedua berjalan dengan lancar, peserta secara berkelompok praktik menjadi petani sayur dengan didampingi oleh Tim Agro Sayur. Antusiasme peserta juga ditunjukkan dari aktifnya mereka secara bergantian menggunakan traktor, proses memanen sayur, dan mencoba bercocok tanam. Peserta pulang dengan hasil yang memuaskan dan membawa oleh-oleh sayur hasil dari praktik memanen. (ono)

Komentar

Berita Terkait

Back to top button
Close