Peristiwa

Mundurnya Lima Anggota Tim Pokja Dipertanyakan

Teks Foto : Kepala bagian layanan pengadaan barang dan jasa Cipto Sujarwo

LUMAJANG, DORRONLINENEWS.COM – Beberapa personil Tim Pokja pengadaan barang Pemerintah Kabupaten Lumajang mengundurkan diri, adapun alasannya masih simpang siur yang diterima di kalangan pemain proyek. Dari beberapa informasi dari sumber berita yang diterima awak media, diduga ada intervensi dari salah satu pihak yang punya kepentingan, (29/08/2020).

Saat dikonfirmasi awak media, Cipto Sujarwo selaku Kepala bagian layanan pengadaan barang dan jasa mengatakan, bahwa terkait pengunduran diri Lima orang dari tim Pokja dirinya membenarkan, tetapi alasan permasalahannya tidak tahu. “Saya tidak tahu alasan pengunduran dirinya, suratnya masih ada di pak bupati”, ujar Cipto.

Kepada awak media Cipto menjelaskan, “Kalau pokja 1 ketuanya dipindah ke dinas pendidikan, kemudian diganti dengan ketua pokja yang baru. Yang ketua pokja 2 itu mengundurkan diri, pokja satu 2 anggotanya mengundurkan diri. Saya tidak paham kenapa mengundurkan diri, suratnya masih di pak bupati, kemarin tanggal 27 Agustus dirinya mengundurkan diri”, jelas Cipto.

“Dengan adanya dipindahkannya satu anggota pokja, kemudian yang lain mengundurkan diri. Ada dua pokja, tiap pokja terdiri dari tiga anggota. Jadi lima orang yang mengundurkan diri, kalau yang satu murni dipindah yaitu atas nama Rudi Prabowo ketua pokja 1 diganti Rudi. Kalau yang lima memang mengundurkan diri, Wahyudi ketua pokja 2 dan keseluruhannya. Sebetulnya tidak ada permasalahan, saya sendiri juga tidak paham”, tambah Cipto.

Dalam hal ini dikatakan Cipto, bahwa pokja harus kuat dalam mendukung kebijakan bupati. “Jangan sampai antara satu dan yang lainnya ada perbedaan, harus kuat mendukung kebijakan bupati. Untuk menjadi anggota tim pokja harus lulus dalam sertifikasi, diseleksi secara kemampuannya, bukan seleksi tertulis. Anggota tim pokja dipilih atas kewenangan bupati, SKnya SK bupati. Tim Pokja itu indipenden bekerja sendiri atas kewenangan langsung bupati, walaupun tim tersebut ada di subag pengadaan dibawah kasubag, dibawahnya ada pokja. Jadi tidak langsung ke saya walaupun tetap dalam naungan saya”, pungkas Cipto, (28/08/2020).

Diduga dengan mundurnya anggota tim pokja, praktis proses lelang terhambat. (Jiwo/Lono)

Komentar

Berita Terkait

Back to top button
Close