Opini

Membumikan Pancasila dengan Roh Marhaen Menuju New Normal

"Refleksi 1 Juni Hari lahir Pancasila"

Teks Foto :  A. Fajar Yulianto SH, MH.CTL

 

GRESIK, DORRONLINENEWS.com –
Ir. Soekarno sang Founding Father di tahun 1920 di Daerah pinggiran Bandung menemukan seorang bernama ‘Marhaen’ bagaimana berupaya bertahan hidup di dalam alam serba keterbatasan dan juga dalam Pembatasan, dengan hanya modal Semangat untuk menyambung Hidup. Dari Marhaenlah Soekarno mendapatkan dasar roh semangat perjuangan menuju Revolusi Indonesia melawan Kapitalis. Berikut menjadikan sebuah konsep dan ajaran Marhaenisme (Sosio-Nasionalisme, Sosio- Demokrasi dan Ketuhanan Yang Maha Esa), singkat kata filosofi inilah Soekarno mengajukan konsep pada Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) 1 Juni 1945 yang akhirnya Panitia Sembilan merumuskan redaksi Pancasila yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945.

1 Juni 2020, Indonesia bahkan dunia masih dalam kondisi Pandemi Covid19 kita di tuntut untuk mengatasi sendiri pandemi didalam negeri, nilai nilai yang terkandung dalam Pancasila tidak bisa dilepaskan dalam upaya mengatasi Pandemi, Keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, pasrah berserah diri, dengan ihtiar Pemerintah bersama semua element masyarakat, diperlukan persatuan dan kesatuan, untuk mengatasi Pandemi covid19 ini.

Pandemi yang telah memporak porandakan tatalaku kehidupan dan berdampak baik Ekonomi maupun sosial, termasuk banyaknya Karyawan / buruh pabrik yang di rumahkan atau di PHK. Hal inilah berdikari (berdikari diatas kaki sendiri) merupakan jawaban dan jalan akhir bertahan hidup dalam masa Pandemi menuju yang dikatakan “New Normal”, kita harus mampu hidup mandiri, yang tidak bisa hanya mengadalkan bansos dari Pemerintah.

Dengan tidak ada kepastian kapan berakhirnya Pandemi Covid19 ini, maka sangat relevan kiranya dengan Roh Marhaen meleburkan diri menjadi satu kesatuan dalam bingkai nilai Pancasila, membumikan Pancasila bersama Roh Marhaen adalah sebuah penguatan nilai nilai kemandirian, disiplin diri patuh pada protokoler Kesehatan dalam menjalani kehidupan dengan tata laku baru yang normal untuk tetap berjuang dalam memenuhi kebutuhan hidup. Kita dipaksa untuk membuat ketahanan pangan mandiri, memiliki usaha sendiri dalam rumah yang dikelola sendiri dengan dukungan teknologi yang cukup dalam sebuah keterbatasan dan Pembatasan yang ada.

Disiplin diri yang dilakukan secara serentak bersama sama dengan jiwa Semangat Persatuan dan kesatuan secara nasional pastikan akan sangat berdampak positif, saling menyelamatkan diantara satu sama yang lainnya.

Selamat datang New Normal, SALAM SEHAT dan tetap Semangat. ***

Komentar

Berita Terkait

Back to top button
Close