Peristiwa

Proyek Pasar Candipuro Selesai Tetapi Belum Rampung

Teks foto : Pasar Candipuro dan kabid Sarpras Disperindag kabupaten Lumajang

LUMAJANG, DORRONLINENWES.COM – Proyek pekerjaan Konstruksi Fisik pasar rakyat Candipuro pelaksanaan 70 hari kalender dengan tanggal kontrak 7 Oktober 2020, kontraktor pelaksana PT Rajendra Pratama Jaya sudah selesai sesuai kontrak. Tetapi patut diduga kondisinya belum selesai dan masih banyak kekurangan atas bangunannya.

Berdasarkan hasil investigasi awak media, dilakukan klarifikasi ke pihak terkait yaitu Disperindag. Kabid Sarpras Disperindag kabupaten Lumajang, Wahyudi saat dikonfirmasi di ruang kerjanya mengatakan, bahwa awalnya anggarannya 4 M, untuk pasar type D, ternyata dalam perkembangannya kemarin setelah ada penanganan covid-19, sehingga dikurangi menjadi 3 M. Sehingga banyak beberapa item yang tidak bisa dilaksanakan, yang utama keramik, seharusnya juga ada kantor pengelola, harus ada Musholah”, ungkap Wahyudi, (05/01/2021).

“Tetapi untuk Musholah sudah kita anggarkan tahun ini, cuma pakai APBD bukan APBN. Sementara untuk yang di Candipuro ini APBN, harapannya dari pusat memang ada dana pendamping dari pemerintah daerah. Terkait tumpukan tanah dan bekas materialan itu kita sudah menyarankan ke pelaksana sebenarnya, tapi ini kan masih ada anggaran pemeliharaan dan dia juga sanggup untuk mbenahi itu. Bekas urukan itu pelaksana (PT Rajendra) yang akan melaksanakan pembersihannya, mudah-mudahan sebelum kita mindah itu nanti sudah bersih, terutama bekas puing-puing itu”, jelas Wahyudi.

“Proyek itu sudah selesai, Bupati yang akan meresmikan, beliau kan juga masih kondisi belum sehat tapi Alhamdulillah sudah sembuh cuma kesempatan beliau kapan kita masih belum tahu. Biar pak kadis yang komunikasi, bukan pak kabid. Kita kemarin waktu dengan tim teknis terakhir apa itu istilahnya PPHP dari PU, yaitu pak Anis itu sudah menyatakan memenuhi syarat. InsyaAllah nanti itu tinggal penataan pedagangnya saja. Kayaknya masyarakat sana itu pola pikirnya masih lama, jadi jual ikan bersebelah dengan jual baju, harapannya saya tidak seperti itu, seperti pasar Klojen itu. Buah-buah tok, sayur-sayur tok, jadi kita zonasi. Dan untuk yang mengatur yang disana itu nanti koordinatornya, karena dia yang tahu di lapangan kan”, tambah Wahyudi.

“Kita tetap minta data, maksudnya itu dibuatkan konsep, yang sayur sebelah mana, yang ikan sebelah mana gitu yang tahu kan yang tahu yang di lapangan. Kalau disini tidak ada permainan, jadi kalau ijinnya Los terus minta kios ya ndak bisa. Kita harus menyesuaikan dengan yang mereka miliki, kalau dia punya Los ya tetap ke Los. Terkait dengan isu harga itu tidak ada, semua saya suruh kembali kesana, intinya orang-orang itu masih pola lama yang dipakai. Inginnya pemerintah itu pasar rakyat akan menjadi yang ber SNI, lha kalau ditata angel ya kesulitan saya. Pasar itu tidak hanya untuk orang Candipuro, untuk orang Lumajang, orang Tempursari juga bisa, orang Pronojiwo juga bisa berjualan disana”, pungkas Wahyudi.

Disisi lain pihak terkait, Anis selaku tim teknis anggota PPHP saat dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya mengatakan, bahwa proyek pasar Candipuro itu sudah selesai, dan data-data sudah diperiksa semua sudah secara teknis. “Hasilnya sudah saya serahkan kesana (wahyudi) secara tertulis, terkait dengan beberapa item penemuan-penemuannya saya lupa. Tanya saja di Wahyudi, daripada nanti miskomunikasi. Jadi hasil pemeriksaan tim teknis yang kita lakukan bersama disperindag, berita acara kita tulis sudah kita serahkan kesana. Untuk temuan-temuan itu ada, sesuai dengan penawarannya di kontrak itu ada atau tidak ada. Terkait keramik itu ada, tapi itu ada atau tidak aku ya lupa yang aku pikirkan bukan pekerjaan itu saja”, jelas Anis.

“Yang jelas pekerjaan itu sudah sesuai dengan kontrak yang ada, untuk keramik itu ada atau tidak ada dikontraknya, kan bisa saja ada tahap kedua, yang tahu itu disperindag. Makanya kalau tanya ke saya itu keliru, saya hanya sebagai tim teknis, oo..yang digarap itu mana saja cuma begitu saja. Tapi saya tidak bisa memberi keterangan yang detail, lebih baik ke p Wahyudi saja. Saya sudah lupa dengan kegiatan-kegiatan itu, saya takut keliru memberi informasi. Penemuan-penemuannya sudah ada disana semua, InsyaAllah sudah saya cek semua sampai yang kecil-kecil”, pungkas Anis selaku tim teknis dan anggota PPHP (Panitia Pemeriksa Hasil Pekerjaan). (Jiwo/Lono)

Komentar

Berita Terkait

Back to top button
Close