Peristiwa

Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Rubah Limbah Bonggol (Janggel) Jagung Menjadi Sebuah Produk Inovatif Lewat Kegiatan Pengabdian Masyarakat

Tf:mahasiswa KKN UTM Dengan Warga

Mayoritas warga desa Manggaan bermata pencaharian sebagai seorang petani salah satunya yaitu tanaman jagung. Tanaman jagung (Zea mays) adalah salah satu tanaman pangan penghasil karbohidrat yang sangat penting di dunia. Jagung memiliki bulir yang merupakan pangan pokok bagi penduduk Amerika Tengah, Amerika Selatan, sebagian penduduk Afrika, dan beberapa daerah di Indonesia. Selain dikonsumsi oleh manusia, jagung juga sering digunakan sebagai pakan ternak. Limbah yang dihasilkan dari tanaman jagung antara lain daun dan tangkai, sabut jagung, kulit jagung, dan tongkol/bonggol jagung.

Limbah bonggol jagung merupakan limbah yang paling banyak dihasilkan dari tanaman jagung, namun paling sedikit dimanfaatkan. Bonggol jagung biasanya dibuang begitu saja, dibakar, atau dibiarkan membusuk di lahan. Padahal, bonggol jagung memiliki potensi yang besar sebagai bahan baku produk inovatif yang bernilai ekonomis.

Salah satu produk inovatif yang dapat dibuat dari bonggol jagung adalah briket arang. Briket arang dari bonggol jagung adalah salah satu alternatif bahan bakar yang cukup berkualitas. Bahan bakar ini dapat dimanfaatkan dengan teknologi sederhana, tetapi panas (nyala api) yang dihasilkan cukup besar, aman, dan tahan lama. Briket arang ini cocok digunakan untuk para pedagang atau pengusaha yang membutuhkan pembakaran dalam usahanya dengan masa pembakaran yang membutuhkan waktu yang lama.

Untuk mengedukasi masyarakat tentang manfaat dan cara pemanfaatan bonggol jagung menjadi briket arang, kami sebagai mahasiswa KKN UTM mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Manggaan, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah bonggol jagung yang ramah lingkungan, sekaligus memberikan keterampilan baru yang dapat dijadikan peluang usaha.

Sosialisasi yang dilakukan yaitu dengan memberikan ceramah (penjelasan) dan diskusi interaktif, dihadiri oleh warga masyarakat Desa Manggaan, termasuk petani jagung, pedagang, dan remaja. Kami menjelaskan tentang dampak negatif limbah bonggol jagung yang dibuang sembarangan, manfaat bonggol jagung sebagai bahan baku briket arang, cara pembuatan briket arang dari bonggol jagung, dan prospek usaha briket arang dari bonggol jagung. Kami juga memberikan contoh-contoh produk briket arang yang telah berhasil dihasilkan dari daur ulang bonggol jagung.

Pelatihan yang dilakukan yaitu dengan melakukan praktik langsung, diikuti oleh warga masyarakat Desa Manggaan yang tertarik untuk memanfaatkan bonggol jagung menjadi briket arang. Kami memberikan bahan-bahan dan alat-alat yang diperlukan, seperti bonggol jagung, mesin penghancur, mesin pencetak, bahan perekat, kantong plastik, dan lain-lain. Kami memberikan langkah-langkah pembuatan briket arang dari bonggol jagung, mulai dari pengeringan, penghancuran, pencampuran, pencetakan, pengeringan, hingga pengemasan. Kami juga memberikan tips dan trik untuk membuat briket arang yang berkualitas dan tahan lama.

Kegiatan sosialisasi briket arang dari bonggol jagung dilaksanakan pada hari Sabtu, 13 Januari 2024 kegiatan ini dimuali pukul 14.00-15.30 WIB. Kegitan ini bertempat di balai desa Manggaan, kecamatan Modung, kabupaten Bangkalan.

Kegiatan pengabdian masyarakat pemanfaatan bonggol jagung menjadi briket arang berjalan dengan lancar dan sukses. Warga masyarakat Desa Manggaan antusias dan aktif berpartisipasi dalam kegiatan ini. Mereka mendapatkan pengetahuan baru tentang pengelolaan limbah bonggol jagung yang ramah lingkungan dan bermanfaat. Mereka juga mendapatkan keterampilan baru tentang pembuatan briket arang dari bonggol jagung, yang dapat dijadikan sebagai hobi atau usaha sampingan.

Kegiatan pengabdian masyarakat pemanfaatan bonggol jagung menjadi briket arang merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang kami lakukan sebagai mahasiswa KKN UTM. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi dan menambah wawasan bagi masyarakat di desa Manggaan. Kegiatan ini memiliki manfaat yang besar bagi masyarakat Desa Manggaan, baik dari segi lingkungan, ekonomi, maupun sosial. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi warga masyarakat Desa Manggaan untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan kesehatan, serta lebih kreatif dan produktif dalam mengembangkan potensi diri dan sumber daya yang ada.(Dim)

Komentar

Berita Terkait

Back to top button
Close