Peristiwa

PHU Kemenag Gresik Lulus Berharap Pemberangkatan Ibadah Haji Tahun 1444 H/2023 M Kembali Normal 100%

Teks foto : PHU Kemenag Gresik Lulus

GRESIK, DORRONLINENEWS.COM – Penyelenggaraan ibadah haji tahun 1443 H/2022 M telah berakhir. Meskipun banyak jemaah yang mengaku puas terhadap pelayanan haji tahun ini, namun Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Gresik Lulus tetap mengevaluasi dalam pelaksanaannya untuk menjadi bahan refleksi di tahun yang akan datang. Jumat, (02/09/2022)

Saat di temui awak media Dorronlinenews.com Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Gresik, Lulus di ruang kantor kerjanya yang berlokasi dijalan Jaksa Agung Suprapto no 39 , sumur Songo Bedilan Kabupaten Gresik mengucapkan bahwa kami juga sangat berharap mudah mudahan pelaksanaan pemberangkatan Haji di tahun 2023 bisa kembali normal dengan 100%. Sehingga kuota calon jemaah haji Indonesia juga akan meningkat pada 1444 H/2023 M nanti.

Kalaupun ada peningkatan atau penambahan jemaah iapun berkonsekuensi dengan banyaknya energi dan konsentrasi yang harus dikeluarkan oleh petugas dalam memberikan pelayanan.

Untuk itu, Pihaknya melakukan refleksi, mengevaluasi, dan melihat kekurangan. Di setiap kegiatan pastinya kedapatan plus dan minus. Olehkarenanya, yang minus disempurnakan untuk persiapan penyelenggaraan ibadah haji di tahun 1444 H/2023 M nanti,” ujarnya

Walaupun, secara umum penyelenggaraan ibadah haji di tahun 1443 H/2022 M berjalan lancar dan sukses, namun pihaknya juga tetap melakukan evaluasi agar penyelenggaraan haji di tahun 1444 H/2023 M nanti akan lebih baik lagi.

Menurutnya, kalaupun ada kekurangan, itu disebabkan karena ibadah haji tahun 2022 menjadi yang pertama diikuti jemaah asal Indonesia setelah dua tahun tidak bisa berangkat ke Tanah Suci akibat pandemi Covid-19.

“Mengingat keputusan dari Arab Saudi di tahun 2022 mendapatkan kuota 45 %, dan
Sampai hari ini pihaknya menunggu keputusan dari Arab Saudi dan mudah mudahan untuk kuota jemaah haji Indonesia akan meningkat 100% dan kembali normal, kemudian sudah tidak ada batasan usia di tahun 2023 nanti,” harapnya.

Setelahnya, ditahun 2020 – 2021 tidak ada pemberangkatan, selanjutnya di tahun 2022 ada pemberangkatan dengan kuota 45 %, sementara yang 55 % di tunda untuk keberangkatannya. Otomatis keberangkatan nantinya di tahun 2023

Artinya, kalau semisal jamaah haji tahun 2020 ada 35.000 Calon Jemaah Haji (CJH) kalau urutannya di atas 45% maka pemberangkatan akan tertunda 2 tahun, selanjutnya kalau di bawah 45% maka keberangkatan akan tertunda 3 tahun.

Kecuali, dalam pemberangkatan di tahun 2022 ini 100% maka penundaanya hanya 2 tahun, berhubung keberangkatan di tahun 2022, 45% – 55% maka keberangkatannya pun akan tertunda lagi.

“Untuk mengetahui keberangkatan di tahun 2023 nanti kalau sudah resmi dari menteri agama mengumumkan, maka pihak kemenag akan memberitahukan (pemanggilan) terhadap Calon Jemaah Haji 6 bulan sebelum keberangkatan.”

Setelahnya data dis yang akan di kirimkan ke dinkes, karena calon jamaah haji bisa berangkat haji harus melalui pernyataan dari dinkes bahwa sudah di Istitha’ah, adapun yang tidak bisa di Istitha’ah ialah gagal ginjal ‘jelas tidak bisa di berangkatkan’, dikarenakan Arab Saudi tidak menyediakan transfusi darah. Yang intinya jika di paksakan pada penderita gagal ginjal sama saja dengan menyiksa dan membunuh calon jemaah haji.” jelasnya.

Pihaknya sebisa mungkin berusaha membuat Calon jemaah Haji nyaman. Jika nyaman, jemaah juga merasa aman dan tenang.

Secara umum layanan terhadap jemaah sudah di lakukan dan diberikan secara baik. Layanan tersebut mencakup layanan ibadah yang menjadi fokus utamanya. Proses pendampingan kepada jemaah sudah dilakukan.

“Mengingat Layanan kesehatan juga sangat berperan penting dan strategis dalam mensukseskan penyelenggaraan ibadah haji,” tutupnya.(tyo)

Komentar

Berita Terkait

Back to top button
Close