Peristiwa

Team Dhemit Ciduk Pelaku Pencabulan Dan Persetubuhan Anak Di Bawah Umur

Teks foto : pelaku pencabulan saat di amankan team dhemit polres Sampang

SAMPANG,DORRONLINENEWS.COM – IS (32 thn) pelaku tindak pidana persetubuhan di bawah umur berhasil diamankan tim buru sergap Sat. Reskrim Polres Sampang.

Pelaku berhasil di amankan oleh team Dhemit julukan team buser polres Sampang di sebuah rumah di Dusun Dengkah Desa Dharma Tanjung Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang Rabu (26/05/2021) sekitar pukul 21.00 Wib.

Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz melalui Kasubbag Humas Polres Sampang Iptu Sunarno SH membenarkan kejadian penangkapan tersebut.

“Benar,IS usia 32 tahun pelaku persetubuhan di bawah umur telah berhasil di amankan.

Menurutnya,IS diamankan petugas karena telah melakukan tindak pidana pencabulan dan atau persetubuhan anak dibawah umur dengan korban Bunga nama samaran (16 thn) yang beralamatkan di Desa Dharma Tanjung Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang.

Keadian tersebut dilakukan oleh pelaku pada bulan Pebruari 2021 pada saat korban Bunga sedang menumpang wifi internet dirumahnya.

“IS melakukan aksinya saat Bunga sedang menumpang wifi internet dirumahnya di Dusun Dengkah Desa Dharma Tanjung Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang yang pada saat itu dalam keadaan sepi.

Korban dipaksa masuk kedalam kamar tersangka yang kemudian terjadi aksi pencabulan dan persetubuhan” terang Iptu Sunarno SH.

Saat di periksa oleh penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Sat. Reskrim Polres Sampang,pelaku IS mengaku sudah 5 kali melakukan aksinya dengan waktu dan tempat yang berbeda.

Barang bukti yang berhasil diamankan satu buah pakaian dan buah sarung perempuan(Sampir) serta celana dalam korban,bahkan korban sudah di bawa ke rumah sakit untuk di lakukan

“Kasus pencabulan dan atau persetubuhan anak dibawah umur yang dilakukan tersangka IS kepada saudari Bunga ditangani Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Sat. Reskrim Polres Sampang.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,pelaku di jerat dengan Pasal 81 atau Pasal 82 UU RI No. 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang No. 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun ucap mantan kapolres Robatal ini pungkasnya.(awa)

Komentar

Berita Terkait

Back to top button
Close