Ekonomi dan Bisnis

Pengurus Dekrasnada Kota Peobolimggo Resmi Dilantik

Teks foto : Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin selaku Pembina Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) resmi melantik Pengurus Dekranasda Kota Probolinggo Masa Bhakti 2019-2024,

PROBOLINGGGO, DORRONLINENEWS.COM – Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin selaku Pembina Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) resmi melantik Pengurus Dekranasda Kota Probolinggo Masa Bhakti 2019-2024, di gedung Puri Manggala Bhakti, kantor Wali Kota Probolinggo, Rabu (24/2).

Pelantikan itu berdasar pada Surat Keputusan Dekranasda Jawa Timur nomor 07/DEKRAN JATIM/SK/II/2020 tentang Pengesahan Pengangkatan Pengurus Dekranasda Kota Probolinggo Masa Bhakti Tahun 2019-2024. Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak hadir dalam pelantikan tersebut.

Dengan pelantikan ini menjadi penguatan kelembagaan Dekranasda, sebagai wadah pengembangan kerajinan unggulan yang berkualitas, sebagai ikon Kota Probolinggo. Selain itu, juga guna meningkatkan peran pengurus Dekranasda dalam menggali dan mengembangkan potensi kerajinan Kota Probolinggo, serta memperluas jaringan pemasaran produk kerajinan Kota Probolinggo.

Dihadapan 40 orang pengurus, yang terdiri dari Perangkat Daerah (PD) terkait, pihak swasta, Industri Kecil Menengah (IKM), BUMN dan pelaku ekonomi kreatif (Ekraf), Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin menyampaikan, keberadaan Dekranasda mempunyai tujuan penting untuk mendukung program Pemkot Probolinggo.

Diantaranya, sebagai wadah berhimpunnya pemangku kepentingan seni kerajinan di daerah. Pun sebagai mitra pemerintah dalam merumuskan kebijakan di bidang industri kerajinan dan program peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Sekaligus menggali, melestarikan, membina dan mendorong pertumbuhan serta perkembangan kreatifitas seni kerajinan. Dan memperluas pangsa pasar hasil kerajinan. Insyaallah dengan komposisi kepengurusan yang ada, tidak diragukan lagi, serta bisa berkembang dengan baik,” katanya.

Habib Hadi juga mengingatkan tugas utama Dekranasda, untuk meningkatkan inovasi dan kreatifitas serta keterampilan di bidang seni kerajinan sebagai bagian dari budaya bangsa. Mengembangkan potensi industri kerajinan yang dapat menjadi sumber peningkatan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan kemampuan pengrajin di bidang industri melalui pembinaan, teknik produksi, peningkatan mutu dan desain produksi serta nilai-nilai usaha sekaligus mendorong upaya pelestarian bangsa. Meningkatkan dan mempromosikan hasil produk kerajinan serta memfasilitasi pengrajin untuk mendapat perlindungan hukum atas hak kekayaan intelektual berupa hak cipta, hak paten, desain dan publikasi.

“Khususnya dalam situasi dan kondisi di tengah wabah Covid-19. Kedepan, akan ada banyak kendala yang dihadapi, tentunya jangan sampai menyerah,” pesannya.

Habib Hadi mengungkapkan, Dekranasda diberikan tempat atau galeri untuk memajang hasil seni kerajinanya. Yakni, di Alun-alun. Lokasi itu dipilih, sebutnya, selain dinilai karena strategis, juga menjadi pusat aktivitas masyarakat Kota Probolinggo. Upaya itu merupakan salah satu langkah kebijakan yang diambil Pemkot, yang dari sini, diharapkan bisa memunculkan even-even penting untuk mengenalkan produk asli Kota Probolinggo.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak menyampaikan pelantikan pengurus Dekranasda Kota Probolinggo Masa Bhakti Tahun 2019-2024, merupakan momentum penting bagi perkembangan industri kerajinan di Jawa Timur, khususnya Kota Probolinggo.

Arumi menilai, Kota Probolinggo yang dikenal luas dengan citra produk kreatif, seperti keramik, anyaman dan produk dekorasi rumah serta batik khasnya dengan motif bayuangga, cukup menjual.

“Tinggal persoalan bagaimana SDM (Sumber Daya Manusia, red)-nya harus menjadi prioritas utama dalam meningkatkan daya saing dan pembangunan. Adanya regenerasi pengrajin pada pengusaan motif khas daerah, itu juga menjadi hal mendesak yang perlu dilakukan,” tandasnya.

Dalam acara tersebut, juga digelar fashion show, penyerahan simbolis fasilitasi hak cipta dan hak merk untuk tiga IKM (Industri Kecil dan Menengah), lukis bakar 3 dimensi dan pameran hasil kerajinan. (Woko)

Komentar

Berita Terkait

Back to top button
Close