Pendidikan

Peran Jangkar Taruna AAL Satlat KJK di Teluk Ratai

Teks Foto : Prajurit KRI Bima Suci dibawah Komando Kepala Departemen Senjata Bahari (Kadep Senbah) Kapten Laut (P) Syaifuddin Riady, S.S.T.Han. memberikan pelatihan tentang tata cara lego jangkar atau Peran Jangkar kepada Taruna/Taruni Tingkat III Angkatan ke-67,

SURABAYA, DORRONLINENEWS.COM
Setelah berlayar melampaui gelombang setinggi 3-4 meter dengan tujuan perjalanan dari Surabaya menuju Lampung melalui Samudera Hindia, dan arus kencang yang menambah kecepatan KRI Bima Suci untuk tiba di tujuan, akhirnya KRI Bima Suci yang membawa Satgas KJK 2020 tiba di perairan Teluk Ratai, Lampung dan melaksanakan lego jangkar sebelum sandar di pelabuhan.

Prajurit KRI Bima Suci dibawah Komando Kepala Departemen Senjata Bahari (Kadep Senbah) Kapten Laut (P) Syaifuddin Riady, S.S.T.Han. memberikan pelatihan tentang tata cara lego jangkar atau Peran Jangkar kepada Taruna/Taruni Tingkat III Angkatan ke-67, Sabtu (3/10).

Diawali dengan informasi peran jangkar yang disampaikan melalui pengeras suara oleh Dinas Jaga Anjungan, seluruh Taruna mempersiapkan seluruh alat peralatan pendukung dalam pelaksanaan peran jangkar seperti palu, mapring, linggis dan pelumas.

Menurut Perwira Pelaksana Latihan Kartika Jala Krida (Palaklat KJK) Tahun 2020, Letkol Laut (P) Aris Dianto, M.Han, pada pelatihan ini, para prajurit KRI Bima Suci selaku instruktur mengarahkan Taruna untuk melaksanakan pengecekan rem pada posisi terkunci.

Selanjutnya membuka kopling dan menyalakan panel listrik untuk melaksanakan pemanasan terlebih dahulu sebelum pelaksanaan penurunan jangkar.

Kemudian kopling ditutup dan rem dibuka untuk membuka stoper rantai jangkar. Berikutnya kopling dan rem ditutup kembali  untuk menunggu aba-aba perintah lego jangkar.

Setelah ada aba-aba lego jangkar, kopling dibuka dan dilanjutkan dengan pembukaan rem. Setelah jangkar mulai turun sampai dengan jumlah segel yang ditentukan baru rem ditutup kembali.

Setelah dinyatakan selesai peran jangkar dan jangkar sudah dalam posisi lego, maka kopling dan rem ditutup kemudian stoper dipasang kembali sebagai pengaman.

Sebelum pelaksanaan Peran Jangkar, Palaklat KJK telah menekankan kepada seluruh Taruna-Taruni Tingkat lll untuk mengedepankan keselamatan (zero accident) dan tetap melaksanakan protokol kesehatan. (Kabagpen AAL/Lono)

Komentar

Berita Terkait

Back to top button
Close