Peristiwa

Waspada Saat Beli Mobil, Begini Modus Sales Nakal

Sales nakal

Teks Foto : Kantor United Motors Centre (UMC) Suzuki Gresik.

GRESIK, DORRONLINENEWS.com – Umumnya para konsumen kendaraan motor maupun mobil akan mendapat sejumlah iming-iming bonus atau fasilitas oleh sales saat hendak melakukan pembelian. Tentu cara ini terbilang jitu, karena banyak calon konsumen yang pada akhirnya kepincut dengan iming-iming bonus yang ditawarkannya.

Namun, tak selamanya iming-iming bonus yang diberikan itu benar adanya. Sebab, masih ada saja sebagian oknum sales dealer nakal yang kerap mengibuli para konsumennya. Adalah seorang janda di Kabupaten Gresik, bernama Yayu yang mengaku dikibuli sales mobil United Motors Centre (UMC) Suzuki Gresik.

Yayu bercerita bahwa beberapa bulan lalu dia membeli mobil Suzuki Ertiga GX A/T dari seorang sales bernama Dikan Ardianto. Sebelum membeli, Yayu melalui anaknya mengaku diiming-imingi berbagai fasilitas, termasuk bonus biaya Bea Balik Nama (BBN) sebesar 4.8 juta.

Bahkan, saat mobil yang diimpikannya tiba, oknum sales ini mengatakan jika STNK akan terbit paling cepat 1 minggu dan paling lambat 3 minggu.

“Dari awal beli salesnya tidak bilang kalau biaya Bea Balik Nama (BBN) menjadi beban saya, melainkan salesnya yang menjanjikan sudah mengikat alias free biaya BBN. Karena free, sales ini mendorong saya untuk cepat beli katanya unitnya tinggal 1,”ungkap Yayu dengan sedih.

Sales itu, dikatakan Yayu meminta dirinya sabar menunggu terbitnya STNK. Ironisnya, sudah sebulan lebih sejak mobil dikirim ke rumahnya, sales tersebut justru lempar tanggung jawab dan resign dari Dealer UMC Suzuki di jalan dr. Wahidin Sudirohusodo, Kebomas, Gresik.

Akibatnya, Janda beranak 1 ini harus mengalami kerugian materiil maupun immateriil. Sebab, selama hampir 3 bulan mobil miliknya itu tak bisa dipakai keluar kota lantaran belum adanya Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Padahal tujuannya membeli mobil sebagai sarana transportasi ke kantornya di Surabaya setiap hari.

“Terpaksa saya dan anak saya tidak bisa kemana-mana. Mau ke Surabaya untuk keperluan kerja sehari-hari saja takut karena surat kendaraan belum ada, apalagi keluar kota. Susah pokoknya,”Keluhnya.

Yayu menambahkan, berbagai upaya juga sudah dilakukannya melalui anaknya sampai harus mondar-mandir 4 kali untuk meminta pertanggung jawaban ke pihak dealer atas apa yang sudah dijanjikan oleh salesnya. Namun, bukan kabar baik yang didapat melainkan rasa kekecewaan lantaran pihak dealer tidak bisa bertanggung jawab penuh.

“Pihak dealer tidak mau bertanggung jawab penuh, justru mengajak patungan. Dari biaya BBN 4.8 juta cuma bisa bantu separuhnya dan sisanya dibebankan ke saya. Padahal ini kan murni kesalahan dealer karena kurangnya pengawasan managemen terhadap kinerja salesnya yang nakal,”ucapnya.

Sementara Kepala Cabang UMC Suzuki Gresik, Gunawan mengaku kaget jika ada konsumennya yang telah dijanjikan salesnya free biaya BBN. Tak hanya Yayu, menurut pengakuan Sales Headnya bernama Dian Lestari. Sebelumnya juga ada konsumen bernama Lia asal Lamongan yang juga perlakukan sama seperti Yayu.

“Saya juga kaget kalau sales saya menjanjikan seperti itu ke konsumen. Padahal biaya BBN seharusnya menjadi tanggungan konsumen. Tapi kami tidak bisa bantu total, hanya bisa bantu separuhnya saja,”kata Gunawan, Kepala Cabang UMC Suzuki Gresik.

Hingga kini, masalah antara konsumen dan pihak dealer belum ada titik temu. Bahkan, setelah sebelumnya pihak dealer siap membantu 2.4 juta malah terakhir turun menjadi hanya 2.3 Juta.

Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi setiap calon konsumen yang hendak membeli kendaraan. Jangan sampai konsumen terburu-buru melakukan transaksi karena dijanjikan bonus oleh sales. Sebab, tak sedikit oknum sales yang nekat membohongi konsumen agar unit yang ditawarkan bisa cepat terjual. (Lono)

Komentar

Berita Terkait

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker